Lestarikan Karst Indonesia
Kawasan karst di Indonesia, luasnya sekiar 154.ooo kilometer persegi. Hampir seluruhnya memiliki peran penting dalam perikehidupan dan lingkungan. Dan hampir seluruhnya memiliki sumber daya yang penting dan bernilai sangat tinggi.
Sekitar 25% penduduk di dunia, memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari kawasan karst. Di Indonesia, air dari kawasan karst tidak hanya untuk kebutuhan dapur, tapi juga untuk pengairan lahan pertanian. Di Kalimantan, air sungai yang menjadi sarana lalulintas penting dengan panjang ratusan kilometer, adalah sungai yang memiliki hulu dari kawasan karst.
Indonesia adalah penghasil sarang burung walet terbesar di dunia. Beberapa Kabupaten di Kalimantan Timur, gua-guanya merupakan habitat jutaan burung walet, dengan produksi sarang yang juga banyak. Sehingga mampu menjadi andalan PAD bagi kabupaten tersebut.
Gua-gua di Indonesia, merupakan tempat tinggal manusia purba. Sudah banyak temuan-temuan yang penting ditemukan di gua. Hal ini telah memancing minat para peneliti sampai tingkat dunia untuk melakukan penelitian arkeoologi di gua-gua di Indonesia.
GUa memiliki ornamen yang sangat spesifik dan unik, tidak bisa ditemukan di permukaan. Potensi ini dapat dikembangkan sebagai obyek wisata. Berbagai bentuk wisata gua telah dikembangkan. Wisata umum, terbatas, dan wisata petualangan gua telah ditawarkan dari berbagai daerah.
Semua potensi kawasan karst tersebut, ternyata tidak berarti sama sekali bagi sebagian orang. Baik pemilik modal maupun pemerintah. Kawasan karst, bagi mereka adalah tumpukan batugamping raksasa, yang siap ditambang dan dapat menghasilkan uang yang cukup besar, namun hanya dalam jangka waktu yang sama dengan umur manusia itu.
Habisnya deposit batugamping itu, maka hilang pula fungsi dan nilai kawasan karst, beserta seluruh sumber daya yang dimilikinya. Tidak ada yang tersisa lagi bagi anak cucu. Yaitu, anak cucu warga yang mendiami daerah tersebut dan anak cucu orang yang saat ini sedang memperoleh manfaat dari kawasan karst. Bukan anak cucu dari pemodal atau penentu kebijakan yang membolehkan perusakan kawasan karst, yang mungkin saat ini sudah tinggal di kota-kota besar, dan sedang menikmati hidup lebih dari kecukupan.

sangat cocok sekali bukit kars juga ditanami koro pedang.Smoga semakin produktif
tulisan ini mudah2n bermanfaat untk kelanjutan konservasi karst di Indonesia khususnya, di dunia umumnya. Biar kita tetap eksis caving,,hehehe. selamat dan terus menulis mas Sunu
Blogwalking
Save the earth…
Save the earth